Bang, gimana kalau kita ke Bali aja bang buat praktek? Jadi, nanti kita learning by doing gitu bang, yah sekalian liburan bang hehehe.

Kalimat tersebut aku dengar dari salah satu mahasiswa di tempat aku mengajar. Jadi, selain menjadi seorang full time blogger, aku juga mengajar kegiatan ekstra paduan suara dan marching band, tetapi di sisi lain aku juga memiliki kemampuan lain yaitu bahasa Inggris.

Sometimes, aku juga mengajarkan mereka mengenai speaking bahasa inggris. Akhirnya kami membuat sebuah forum belajar di luar kampus dengan nama “English Club”. Forum inilah yang membuat kami berbagi pengalaman dan belajar mengenai speaking.

Keaktifanku di sosial media traveler dunia pun membuat aku mengenal dan akrab dengan beberapa bule dari belahan dunia manapun, dan ada beberapa bule yang datang dan menginap di kontrakanku di Banyuwangi.

Amazing banget dong guys aku bisa mendatangkan bule ke kontrakan dan mahasiswa yang tergabung dalam “English Club” pun bisa practice langsung dengan bule.

Karena terlalu sering kedatangan bule, akhirnya beberapa mahasiswa mengajakku untuk selalu learning by doing dengan bule dan ketagihan.

Nah, dari situlah kami memutuskan untuk pegi ke Bali, karena di Bali kami dapat menemukan berbagai macam bule dari belahan dunia manapun. Langsung saja aku mengiyakan maksud baik mereka demi impiannya untuk bisa berbahasa inggris.

“One’s destination is never a place, but always a new way of seeing things.”

Henry Miller

Setelah sepakat mengenai hari keberangkatan ke Bali, akhirnya hari sabtu siang kami memutuskan untuk berangkat. Saking niatnya untuk belajar, aku membuat sebuah design poster hanya untuk dijadikan status whatsapp.

Kami berangkat ke Pulau Dewata menggunakan motor, karena jarak Bali dari Banyuwangi tidak terlalu jauh guys. Di sisi lain, traveling menggunakan motor memang merupakan hobiku hehehe.

Waktu yang di tunggu pun tiba dan aku berangkat ke Bali setelah mahasiswaku pulang dari kampus, yaitu tepatnya pada pukul 12.00 WIB setelah mereka melakukan rutinitas apel siang.

Untuk menuju ke Bali, kami harus menyeberangi selat Bali melalui ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, karena bagi kami pelabuhan Ketapang adalah satu-satunya akses yang dapat mengantarkan kami menuju Pulau Dewata.

Lalu bagaimana cara melintasi selat Bali? Eitsss tenang dulu guys, kami di antar oleh sebuah Kapal Ferry lho untuk melintasi selat Bali.

Bayarnya mahal gak sih bang? Wah, jangan salah kami hanya membayar tiket sebesar Rp. 24.000,- untuk satu motor dan 2 penumpang. Tiket tersebut sudah termasuk asuransi lho apabila terjadi resiko yang tidak diinginkan, worth it banget kan? hehehe.

Walaupun jarak Banyuwangi dan Bali cukup dekat, kami menghabiskan waktu 30 menit di atas kapal untuk menyeberang, mengapa demikian? Karena menurut ABK yang aku temui, Kapal Ferry harus mengikuti arus yang ada di selat Bali.

Angin bertiup sepoi di atas kapal seakan mengantarkan kami menjemput sebuah asa dan impian di Bali. Cuaca sangat cerah dan bersahabat membuat kami bersemangat menuju Pulau Dewata dengan segala keindahan alam dan budayanya.

Indahnya Pemandangan di Atas Ferry

Di atas kapal ferry yang melintasi selat Bali, kami disuguhi oleh pemandangan Gunung Ijen yang berdiri dengan gagahnya dan sangat indah di sebelah barat. For your information nih guys, Gunung Ijen terkenal dengan kawahnya dan pesona blue fire-nya lho.

Selain pemandangan Gunung Ijen, ada pemandangan lain yang tak kalah indahnya yaitu deretan kapal ferry yang juga sedang mengantarkan penumpang.

Sebetulnya terakhir kali naik kapal ferry ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar menuju Madura melalui Tanjung Perak Surabaya, dan kala itu rasa takut menyelimuti karena melintasi laut pada malam hari.

Akhirnya setelah aku besar (cieee) aku tidak takut lagi untuk menyeberangi lautan, yang ada malah ketagihan naik ferry dengan segala layanan yang diberikan, mungkin karena impian dan keberanian yang kumiliki sangat besar untuk menuju ke Bali akhirnya aku menikmati #AsyiknyaNaikFerry.

Kenapa Memilih Ferry?

Banyak sekali pertanyaan dari teman-temanku mengapa aku naik kapal ferry ketika aku pergi ke Bali, dan aku sendiri memiliki beberapa alasan berikut guys :

\

Motor

Berhubung aku pecinta traveling menggunakan motor, maka aku selalu memilih ferry untuk melintasi pulau dan bisa membawa motor ke atas kapal.

\

Aman

Naik ferry juga aman lho, karena sudah sesuai dengan standar prosedur keselamatan transportasi dan juga dilengkapi dengan asuransi penumpang.

\

Murah

Nah, ini dia guys alasan yang paling aku suka hehehe, naik kapal ferry itu biayanya murah dan terjangkau tetapi tidak murahan.

\

Maritim

Seperti yang kita ketahui nih guys, Indonesia dikenal sebagai negara maritim, maka aku harus menikmati keindahan dan kekayaan maritim Indonesia.

\

Nyaman

Aku merasakan kenyamanan ketika berada di atas kapal karena dapat mensyukuri ciptaan-Nya dan melihat hamparan laut yang menenangkan.

\

Lengkap

Kapal ferry juga memiliki fasilitas yang lengkap, jadi bagiku adalah pilihan yang sangat tepat untuk piknik ke Bali dengan ferry.

Yup, keenam alasan tersebut yang membuatku traveling menggunakan ferry. Sejauh ini aku merasa nyaman dan asyik banget naik ferry guys, bagaimana dengan kalian?.

Nah, ASDP Indonesia Ferry juga menawarkan beberapa Paket Wisata yang bisa kita nikmati lho guys, tapi jangan lupa bahwa keselamatan adalah nomor satu. Yuk, intip beberapa tips naik kapal ferry pada gambar di bawah ini.

Nah, itu dia tips kece dari aku yang bisa kalian terapkan ketika naik ferry. Setelah menyeberang selat Bali selama 30 menit menggunakan ferry, kami melanjutkan perjalanan menuju Kuta dengan menggunakan motor. Tujuan utama kami adalah hotel yang sudah di pesan melalui aplikasi pemesanan hotel ketika masih berada di Jawa.

Sekitar pukul 22.00 WITA kami tiba di hotel dan bergegas untuk mandi dan mencari makan malam. Setelah ritual tersebut kami lakukan, maka kami memutuskan untuk segera istirahat agar keesokan harinya tidak terlalu lelah.

Hunting Bule di Pantai Kuta

Berhubung tujuan kami adalah learning by doing, maka aku mengajak mereka untuk mencari bule di sekitar pantai Kuta, jarak hotel yang kami sewa hanya 10 menit saja menuju pantai Kuta guys.

Dengan perasaan yang gembira, akhirnya mereka bisa practice speaking lagi dengan bule. Bahagia rasanya melihat mereka bisa menggapai impiannya walau hanya sebatas speaking.

Cukup lama kami berada di sekitar pantai Kuta untuk belajar dan practice bahasa Inggris, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke double six beach dan berakhir di Legian. Kami mengunjungi beberapa tempat wisata di Bali seperti Pura, water sport di Benoa, hingga merasakan Tol Bali Mandara yang melintas kokoh di atas laut.

Banyak ilmu dan pelajaran yang kami dapatkan selama di Bali, sehingga traveling kali ini benar-benar produktif dan membuka wawasan kami bahwa dunia ini sangat luas dan kita harus bekerja keras untuk menaklukkan luasnya dunia ini guys.

Aku pun tersadar bahwa Kapal Ferry yang kami gunakan untuk menyeberang bukan hanya menjembatani negeri ini, tetapi juga dapat menghubungkan kami untuk menggapai impian dan harapan yang kami cita-citakan. Tak heran jika ASDP Indonesia Ferry sering mendapat Penghargaan selama ini.

Insya Allah jika Allah mengizinkan, aku ingin merasakan kembali #AsyiknyaNaikFerry menuju Pulau Pahawang bertemu dengan orang-orang hebat dari penjuru negeri ini dan akan menginspirasi banyak orang untuk mensyukuri kekayaan dan keindahan alam Indonesia.