Justitia Avila Veda – Siapa yang tak kenal dengan sosok Justitia Avila Veda, seorang wanita hebat yang meraih penghargaan SATU Indonesia Awards tahun 2022 kategori kesehatan. Apa yang dilakukannya? Siapa Dia? Dan apa impact-nya? Apakah ada pelajaran yang bisa dipetik?

Wanita hebat ini adalah seorang pengacara yang membantu para korban kekerasan seksual untuk mendapatkan pendampingan dan bantuan hukum. Bantuan hukum yang diberikan adalah bantuan cuma-cuma. Apakah kasus kekerasan seksual di Indonesia tinggi? Mari kita lihat data tentang kekerasan seksual di Indonesia.

kasus kekerasan

Data di atas menampilkan kasus kekerasan seksual mulai dari tahun 2016-2020. Jumlahnya tidak sedikit, yaitu 6.872 pada tahun 2020. Apakah semua korban bisa mendapatkan bantuan hukum? Belum tentu, karena masih ada beberapa korban yang enggan untuk melaporkan dan belum memahami kepada siapa mereka harus mengadu.

Semakin tahun kasus kekerasan seksual semakin meningkat. Masih tahun 2020, pelaku kekerasan seksual tertinggi adalah teman. Selain itu, masih ada beberapa pelaku lain, seperti dosen, guru ngaji, guru, atasan kerja, tidak teridentifikasi pelakunya, orang tidak dikenal, dan tetangga.

kekerasan seksual

Berangkat dari data-data di atas kemudian Justitia Avila Veda bersama 15 teman pengacara lainnya memberikan bantuan hukum secara gratis kepada korban kekerasan seksual. Program sosial yang berdiri sejak Juni 2020 ini dikenal dengan KAKG (Kelompok Advokat untuk Keadilan Gender).

Bantuan hukum yang dilakukan oleh KAKG berbasis teknologi, yaitu melalui tele-konsultasi bersama advokat secara real-time. Cara tersebut memudahkan para korban untuk melakukan pengaduan. KAKG juga memberikan fasilitas berupa layanan jasa pemulihan psikologis, sosial, dan medis yang dibutuhkan oleh para korban kekerasan seksual untuk rehabilitas. Adapun Kendala yang dialami oleh Justitia Avila Veda dan KAKG adalah:

  • Minimnya SDM yang menangani aduan kekerasan seksual
  • Banyak pasal yang menjadi celah tersangka
  • Korban belum siap mental

Beberapa kendala tersebut bukanlah hambatan bagi KAKG, melainkan dijadikan tantangan untuk mendapatkan prestasi cemerlang bagi Justitia Avila Veda dan KAKG. Sejauh ini KAKG sudah mendampingi sekitar 80an lebih kasus kekerasan seksual.

Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Justitia Avila Veda

Justitia Avila Veda

Bukan kah program sosial tersebut sangat membantu para korban untuk mendapatkan keadilan? Tentu saja. Tidak banyak orang yang peduli dengan kasus ini. Lalu, apa yang bisa dipetik dari program sosial yang diinisiasi oleh Justitia Avila Veda?

1. Kebaikan akan Membuahkan Kebaikan

Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, maka akan membuahkan hasil yang baik pula terhadap diri kita. Tak perlu malu untuk menjadi seorang pioneer, karena terbukti Justitia Avila Veda mendapatkan penghargaan SATU Indonesia Awards tahun 2022 kategori kesehatan.

2. Saling Membantu adalah Kewajiban

Kita hidup di dunia pasti membutuhkan orang lain. Tak mungkin kita bisa hidup sendiri, bukan? Dan cara terbaik supaya kita bisa bermanfaat adalah saling membantu sesama. Cara tersebut membuat hidup lebih berarti dan bermakna.

3. Kendala Bukanlah Hambatan untuk Melangkah

Jelas bahwa kendala yang dialami oleh KAKG bukanlah hambatan yang signifikan untuk melangkah. Mereka tetap maju demi keadilan dan membantu para korban untuk bisa hidup layak. Teruslah berkarya dan menghasilkan sesuatu yang positif untuk negara Indonesia ini.

Beberapa pelajaran di atas membuat kita berpikir bahwa membantu tak harus menunggu. Artinya tak perlu menunggu korban semakin banyak, tak perlu membuang-buang waktu untuk menyelesaikan kasus, dan tak perlu menunggu donatur untuk membuat sebuah program sosial.

Kegiatan sosial datang dari hati dan panggilan jiwa. Semakin banyak orang yang peduli, maka akan semakin banyak pula korban kekerasan seksual yang merasa terbantu. Justitia Avila Veda memang sosok yang luar biasa. Dia bisa menggerakkan teman-teman advokat lainnya untuk mendukung program sosial yang didirikannya. Sudah saatnya kita bangkit dan mendampingi orang-orang yang butuh bantuan hukum.

*****