Perubahan di dunia sejatinya perlu dilakukan, supaya apa? Supaya hal-hal yang tidak baik menjadi lebih baik, hal-hal yang tertinggal menjadi lebih maju, dll. Salah satu aspek yang dapat mengubah dunia adalah dengan pendidikan.

Berbicara mengenai pendidikan, banyak anggapan di masyarakat awam bahwa untuk apa sekolah terlalu tinggi? Untuk apa buang-buang biaya untuk pendidikan? Padahal di balik kata-kata tersebut, tersimpan tujuan yang prospektif sebagai kunci dari kemajuan bangsa.

Mendengar pernyataan tersebut, sangat disayangkan sekali apabila pendidikan masih dianggap tabu bagi sebagian masyarakat Indonesia di era modern ini.

Data dari UNICEF menyebutkan bahwa di Indonesia, dari 10 anak SD yang putus sekolah, 6 diantaranya adalah anak perempuan dan 10 anak SMP yang putus sekolah, diantaranya adalah anak perempuan.

Pada gambar diatas, terlihat jelas bahwa tingkat kesadaran  masyarakat Indonesia terhadap pendidikan masih sangat minim. Alasan mereka putus sekolah sangat beragam mulai dari menikah, bekerja,  tidak mampu membayar biaya sekolah, kurikulum tidak menarik, jarak sekolah, dll.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai generasi muda? Apakah kita hanya diam saja? Tentu tidak, banyak hal yang harus kita lakukan supaya masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan.

Pendidikan formal maupun informal memiliki berbagai fungsi dan tujuan yang signifikan. Mengapa demikian? Karena suatu negara akan maju apabila masyarakatnya memiliki pendidikan yang mumpuni dalam berbagai hal.

“Pendidikan ialah tuntunan tumbuh dan berkembangnya anak. Artinya, pendidikan merupakan upaya untuk menuntun kekuatan kodrat pada diri setiap anak agar mereka mampu tumbuh dan berkembang sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat yang bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup mereka.”

Ki Hajar Dewantara

Di Indonesia sendiri sudah tercantum dalam UU. No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3.

UU tersebut menyebutkan tentang tujuan pendidikan yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis juga bertanggung jawab.

Menurut David Popenoe yang di kutip dari salah satu website tentang pendidikan, ada empat macam fungsi pendidikan diantaranya adalah transmisi (pemindahan) kebudayaan, memilih dan mengajarkan peranan sosial, menjamin integrasi sosial, sekolah mengajarkan corak kepribadian, dan sumber inovasi sosial.

Jadi, dari beberapa penjelasan di atas sangat jelas bahwa pendidikan memang sangat penting dan merupakan tolak ukur dalam kemajuan bangsa. Sebagai generasi muda, kita harus memiliki semangat yang besar dalam menempuh pendidikan.

Sudah saatnya generasi muda Indonesia menjadi penggerak dalam dunia pendidikan, berpikir realistis untuk menghadapi masa depan dan turut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

Mengapa harus generasi muda? Karena generasi muda adalah agent of change  yang mampu mengubah dunia dan melanjutkan cita-cita suatu negara. Dengan cara apa? Salah satunya adalah melalui pendidikan.

Data yang di dapat dari Katadata menyebutkan bahwa kurang dari 20 ribu generasi muda Indonesia yang memiliki jenjang pendidikan SMA dan SMK di tahun 2016.

Sebetulnya sangat memprihatinkan sekali melihat generasi muda Indonesia yang hanya memiliki pendidikan minim. Bukan tanpa alasan mereka memiliki pendidikan minim, tetapi banyak juga faktor lain yang mempengaruhi untuk tidak melanjutkan sekolah.

Di sisi lain, sangat disayangkan sekali bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya yang berpendidikan tetapi masih melakukan hal-hal atau perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan.

Sesuatu yang sangat disayangkan adalah seringnya melakukan pelanggaran terhadap beberapa hal kecil dan peraturan yang ada. Pelanggaran tersebut dilakukan karena kurangnya kesadaran dalam diri sendiri dan faktor kebiasaan, lalu untuk apa bersekolah apabila masih melanggar?.

Pelanggaran umum yang sering terjadi dan sering dilakukan adalah membuang sampah sembarangan, melanggar rambu-rambu lalu lintas, pemborosan terhadap sumber energi dan SDA yang ada.

  • Membuang Sampah Sembarangan

Dalam hal ini masih banyak sekali orang berpendidikan yang masih belum menyadari tentang kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Apakah sulit? Atau karena tidak adanya tempat sampah?.

Solusi terbaik apabila tidak ada tempat sampah ketika kita akan membuang sampah kecil adalah membawa pulang sampah tersebut atau membuangnya ketika kita sudah menemukan tempat sampah.

  • Melanggar Rambu Lalu Lintas

Tujuan dari rambu-rambu lalu lintas yang ada semata-mata adalah untuk menertibkan, mengamankan, dan menyelamatkan para pengguna jalan raya. Sebetulnya masyarakat sudah mengetahui tujuan dari rambu-rambu lalu lintas tersebut, akan tetapi masih banyak yang melanggar dan hal tersebut menjadi kebiasaan.

  • Pemborosan Energi dan SDA

Energi dan SDA yang ada di bumi ini jumlahnya sangat terbatas, bahkan ada beberapa SDA yang proses terjadinya jutaan tahun lamanya. Apakah kita harus boros dalam menggunakan energi dan SDA?.

Contoh kecil yang harus kita sadari adalah dalam penggunaan listrik dan bahan bakar. Gunakanlah sesuai dengan kebutuhan dan sehemat mungkin, apakah sangat sulit dalam penerapannya? Tentu saja tidak apabila kita memiliki kesadaran diri.

Mengapa tiga hal sepele tersebut jarang kita hiraukan? Padahal secara tidak langsung dapat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Hal terpenting supaya tiga hal tersebut tidak dilakukan adalah dengan menanamkan kesadaran pada diri sendiri, menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan mempraktekkan secara berulang.

Untuk mendukung kemajuan bangsa, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan. Langkah ini dapat ditanamkan dan dipraktekkan sejak dini. Beberapa langkah tersebut juga dapat dilakukan oleh generasi muda berpendidikan di Indonesia melalui berbagai cara, seperti :

Datang Tepat Waktu

Banyak sekali manfaat bila kita datang tepat waktu, seperti dihargai oleh orang lain, memiliki citra yang positif, dan menjadi pribadi yang menyenangkan.

Hindari Memanipulasi Anggaran

Keikutsertaan kita terhadap organisasi sekolah membuat kita selalu terlibat dalam berbagai acara. Kebiasaan memanipulasi anggaran hanya akan membuat kita menjadi generasi koruptor.

Berani Berkarya

Tunjukkan karya dan kreatifitas kita kepada orang lain agar kita menjadi pribadi yang berani berkarya dan lebih dihargai. Sejatinya hidup itu adalah saatnya kita untuk menghasilkan karya sebanyak mungkin.

Menghargai Karya dalam Negeri

Menghargai hasil karya dalam negeri merupakan salah satu cara untuk mendukung dan mencintai Indonesia. Karya-karya tersebut berupa karya seni, kerajinan, produk lokal, dll.

Hindari Mencontek

Mencontek merupakan salah satu indikasi dari krisis kepercayaan diri. Kebiasaan mencontek hanya akan membuat kita selalu bergantung kepada orang lain.

Hindari Perilaku Menyimpang

Pergaulan dan gaya hidup yang semakin maju menimbulkan beberapa perilaku menyimpang. Caranya adalah sebisa mungkin kita menjauhi beberapa perilaku menyimpang dan tidak produktif.

Berani Berbicara

Berbicara yang dimaksud adalah berani dalam mengungkapkan suatu gagasan untuk mewujudkan bangsa yang maju dan bermartabat di mata dunia. Aktif dalam sebuah organisasi adalah cara terbaik untuk melatih berani berbicara.

Mengakui Kesalahan

Hal terberat adalah mengakui kesalahan dan kekalahan diri sendiri, mengapa terkesan berat? Karena dibatasi oleh rasa gengsi dan tidak adanya rasa percaya diri sendiri.

8 hal tersebut dapat dilakukan apabila ingin memiliki bekal pendidikan yang mumpuni. Pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan informal yang dilakukan di luar jam sekolah.

Di era modern ini, banyak sekali beberapa lembaga pendidikan informal yang ditawarkan kepada masyarakat. Tujuannya tak lain adalah memberikan pelajaran tambahan di luar sekolah dengan nuansa belajar yang menyenangkan dan turut berperan dalam memajukan bangsa melalui pendidikan.

Di Indonesia, rata-rata siswa mengambil beberapa pelajaran tambahan atau pun kursus di luar sekolah. Kursus pelajaran yang paling populer dan banyak diminati adalah bahasa Inggris, bahasa Mandarin, matematika, fisika, dan kimia.

Sedangkan kursus untuk melatih soft skill yang paling populer dan banyak diminati oleh siswa SD, SMP, dan SMA adalah musik, menggambar, balet dan berenang, tak jarang siswa mengikuti beberapa kursus dalam sehari.

\

Siswa SD

2 hingga 3 kursus setiap hari.

\

Siswa SMP

1 hingga 2 kursus setiap hari.

\

Siswa SMA

1 hingga 2 kursus setiap hari.

Pendidikan hard skill dan soft skill memiliki dampak yang signifikan terhadap seseorang. Ketika semua masyarakat Indonesia memiliki kemampuan tersebut yang mumpuni, maka Indonesia akan lebih maju dan memiliki beberapa keuntungan positif bagi negara dan masyarakatnya.

Banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk mendukung kemajuan bangsa, dan beberapa cara tersebut harus di landasi dengan pendidikan sebagai pilar utamanya. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh suatu negara agar negara tersebut dikatakan maju, beberapa syarat tersebut dapat kita lihat di bawah ini.

Pendidikan Bermutu

Meningkatkan mutu pendidikan dasar hingga tingkat lanjut.

Pembangunan Merata

Pembangunan infrastruktur nerata sampai ke daerah terpencil.

Pengelolaan SDA

Mengelola hasil SDA yang memiliki prinsip berkelanjutan.

Pemberantasan Korupsi

Memberikan hukuman yang tegas kepada para koruptor.

Kesehatan Terjamin

Fasilitas kesehatan yang terjamin bagi masyarakat kurang mampu.

Produktivitas Kerja

Memperluas lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan.

Pengembangan Teknologi

Memiliki beberapa peralatan yang canggih di segala bidang.

Niat dan Tekad

Niat dan tekad harus dimiliki oleh seluruh warga negara.

Setelah memenuhi beberapa persyaratan di atas, maka negara dan masyarakat akan mendapatkan beberapa keuntungan yang signifikan dari hasil kemajuan bangsa tersebut. Di kutip dari website Ciputra Enterpreneurship Universitas Ciputra, maka keuntungan tersebut dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.

Selain itu, keuntungan lain yang dirasakan adalah masyarakat menjadi makmur, terbebas dari aktivitas korupsi, memiliki citra yang baik di Negara lain, dan reputasi sebuah negara menjadi positif.

Hal tersebut dapat direalisasikan karena adanya dukungan penuh dari pendidikan masing-masing masyarakat Indonesia. Saat ini, masyarakat Indonesia sudah mulai sadar dengan pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan informal.

Solusi pendidikan informal yang tidak membuang-buang waktu adalah impian semua orang tua dan masyarakat. Waktu belajar yang efektif, pembelajaran yang beraneka ragam, dan masih memiliki waktu bersama keluarga adalah solusi terbaik dalam mencari lembaga pendidikan informal.

“Semakin padatnya penduduk dan tingkat kemacetan sudah semakin meningkat setiap harinya di BSD City dan Serpong akan membuat para murid dan para orang tua murid menghabiskan lebih banyak waktu di perjalanan.”

Pada gambar di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa banyak waktu yang terbuang di jalan hanya untuk melakukan kursus satu dengan kursus lainnya, sehingga waktu anak bersama dengan keluarga jadi sangat terbatas.

Dari permasalahan tersebut, kemudian EduCenter melakukan sebuah terobosan terbaru agar waktu yang dimiliki oleh anak menjadi lebih efektif.

Dengan konsep dalam satu gedung yang disebut dengan One Stop Education of Excellence, EduCenter memiliki berbagai macam pilihan pembelajaran seperti belajar bahasa Inggris, bahasa Mandarin, matematika, belajar memasak untuk anak, tari balet, dan program khusus untuk anak TK maupun preschool.

Jadi, EduCenter adalah pilihan terbaik dalam mencari lembaga pendidikan informal yang lengkap, memberikan kenyamanan dan rasa aman untuk para murid dan orang tua murid. Informasi terkait dapat kita dapatkan melalui beberapa akun media sosial #EduCenter seperti instagram, facebook, twitter, goggle plus dan website resmi EduCenter.

Ketika kita memilih lembaga bimbingan belajar, kita wajib mempertimbangkan beberapa hal penting mulai dari harga, lokasi, materi yang diberikan, tentor yang berkualitas, dan juga reputasi lembaga.

Tidak ada alasan lagi untuk tidak memilih lembaga bimbingan belajar di era modern ini, karena pendidikan memang sangat penting untuk kemajuan bangsa. Tanpa adanya pendidikan, bangsa ini tidak akan maju dan tidak akan mengalami perubahan dan perkembangan yang signifikan.