Permasalahan kemiskinan menjadi permasalahan berat yang harus kita tuntaskan bersama guys. Bukan hanya pemerintah saja yang bekerja keras untuk menurunkan angka kemiskinan, tetapi kita sebagai warga negara Indonesia juga harus membantu pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan.

“Pemerintah menargetkan angka kemiskinan di tahun 2019 nanti turun 9 persen”

Idrus Marham (Menteri Sosial)

Yup, seperti yang sudah dikatakan oleh bapak Menteri Sosial di atas bahwa pemerintah memiliki target untuk menurunkan angka kemiskinan sebesar 9% pada tahun 2019 nanti guys.

Dengan target tersebut, tentunya sudah ada beberapa cara dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan di Indonesia. Beberapa upaya tersebut dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.

Nah, pada poin keempat ada sebuah upaya pemerintah yaitu meningkatkan program zakat. Mengapa zakat? Karena dengan program tersebut, pemerintah berharap dapat meratakan kesejahteraan dan mencegah kesenjangan sosial masyarakat Indonesia.

Selain kewajiban seorang muslim dan merupakan salah satu rukun Islam yang harus kita lakukan, Zakat juga memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu menuntaskan kemiskinan guys.

“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang shaum dari segala perkataan yang keji dan buruk yang mereka lakukan selama mereka shaum, dan untuk menjadi makanan bagi orang orang yang miskin.”

(H.R. Abu Daud)

Zakat sendiri memiliki arti murni, bersih dan tidak bersalah. Lalu siapa saja yang membutuhkan zakat? Apakah semua orang wajib dizakati?.

Jadi, menurut surat At-Taubah ayat 60 dijelaskan bahwa ada 8 jenis golongan yang wajib menerima zakat dan zakat disalurkan kepada orang yang tepat agar zakat tersebut sah.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

(QS. At-Taubah:60)

Delapan golongan tersebut, merupakan golongan yang sudah diwajibkan oleh Allah SWT untuk mendapatkan zakat dari seluruh umat Islam yang sudah berkewajiban menunaikan zakat. Nah, secara tidak langsung, zakat memiliki 3 dimensi guys yaitu dimensi personal, sosial, dan ekonomi.

Personal

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib kita laksanakan. Hal ini berhubungan dengan tanggung jawab kita kepada Allah SWT (habluminalah) sebagai perwujudan keimanan kita.

Sosial

Pada dimensi yang kedua, zakat juga berfungsi sebagai perekat hubungan sosial antar sesama muslim (habluminannas) dan merupakan wujud kepedulian kita terhadap lingkungan yang ada di sekitar kita.

Ekonomi

Ketika kita menunaikan zakat sesuai dengan adab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, maka secara tidak langsung kita juga turut membantu mewujudkan tercapaianya pemerataan ekonomi di masyarakat.

Jadi guys, banyak sekali cara yang dapat kita lakukan untuk menunaikan zakat. Zakat bisa dilakukan secara individu dan bisa juga dilakukan secara berkelompok. Selain itu, menunaikan zakat bisa kita lakukan secara online maupun offline guys.

Secara Online

Di era digital seperti saat ini, rata-rata semua sistem sudah beralih menggunakan sistem online, dan beberapa aktivitas yang bisa dilakukan secara online adalah berbelanja, pembelian tiket, dll termasuk juga cara melakukan zakat guys.

Nah, saat ini ada sebuah lembaga kemanusiaan yang menyediakan layanan untuk menampung dana dari donatur melalui online, yaitu Dompet Dhuafa. Dengan adanya sistem ini, masyarakat semakin dipermudah untuk menunaikan zakat, luar biasa sekali bukan?.

Jangan khawatir guys, zakat yang kita berikan melalui Dompet Dhuafa akan disalurkan ke beberapa sektor yang tepat dan yang membutuhkan bantuan seperti pada gambar di bawah ini.

Mengapa harus berzakat online melalui Dompet Dhuafa? Karena berdasarkan survey yang dilakukan oleh smart consulting menyatakan bahwa Dompet Dhuafa merupakan lembaga kemanusiaan yang terpercaya dan sudah banyak membantu mengubah cara dunia menangani kemiskinan dengan beberapa program kemanusiaan.

Secara Offline                   

Zakat yang dilakukan secara offline berarti zakat yang kita berikan secara langsung guys. Ada beberapa cara untuk melakukan zakat offline, diantaranya dengan cara :

Z

Memberi Sendiri

Pada poin pertama ini, kita bisa secara langsung turun tangan untuk memberikan zakat kepada orang yang membutuhkan dan golongan yang sering kita jumpai guys seperti fakir, miskin, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil yang ada di lingkungan sekitar kita sendiri guys.

Z

Melalui Amil

Cara kedua yaitu menunaikan zakat melalui amil zakat tradisional maupun modern seperti yang sudah ada di beberapa masjid, dll. Dengan cara ini, amil bertugas melakukan pengumpulan, penyimpanan, penjagaan, pencatatan, dan penyaluran atau distribusi harta zakat yang di terima.

Z

Berbelanja

Nah, cara yang ketiga ini bisa kita praktekkan ketika kita sedang berbelanja guys. Emang bisa? Bisa dong, karena di beberapa minimarket maupun supermarket saat ini telah menawarkan zakat melalui kembalian dari pembayaran pembelanjaan kita. Jadi, dari pada di beri kembalian permen, mending di sumbangkan saja guys hehehe.

”Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).”

Q.S Ar-Rum ayat 39

Apa yang Terjadi Jika Penyaluran Zakat Maksimal?

Banyak perubahan yang akan terjadi ketika penyaluran zakat maksimal, tentu penyaluran ini di dukung oleh para donatur atau pun orang yang sudah berkewajiban menunaikan zakat. Yuk, ketahui apa yang terjadi ketika kita menyadari banyak hal positif dari zakat.

\

Membantu menyembuhkan saudara kita melalui program kesehatan, sehingga masyarakat yang kurang mampu dapat melakukan pengobatan.

\

Membantu masa depan generasi muda Indonesia untuk mencapai impiannya melalui program pendidikan, sehingga meminimalisir anak putus sekolah.

\

Membantu meratakan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi, sehingga masyarakat kurang mampu tetap bisa berkarya dan menghasilkan.

\

Membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dengan program sosial, sehingga memunculkan jiwa-jiwa relawan dan peduli terhadap sesama.

Sejauh ini, Dompet Dhuafa sudah banyak membantu masyarakat Indonesia dalam meratakan zakat kepada sasaran yang tepat dengan beberapa program yang dimilikinya.

Bisa kita bayangkan guys perubahan apa yang terjadi seandainya semua masyarakat Indonesia rutin menunaikan zakat dan melakukan sedekah.

Nah, setelah kita mengetahui bagaimana cara termudah melakukan Zakat dan perubahan yang terjadi dengan pemerataan zakat, maka sekarang kita dapat menarik kesimpulan mengenai makna zakat guys. Ada 4 makna zakat menurut salah satu situs kemanusiaan, diantaranya adalah :

w

At-Thohuru

Makna pertama memiliki arti membersihkan atau mensucikan. Nah, maksud dari pernyataan ini adalah bahwa zakat dapat mensucikan harta dan jiwa kita guys.

w

Al-Barakatu

Makna kedua memiliki arti berkah, karena supaya hasil jerih payah dan kerja keras yang kita lakukan sehari-hari dapat membawa berkah dan keberkahan dalam hidup kita.

w

An-Numuw

Arti dari makna tersebut adalah tumbuh dan berkembang. Maksudnya adalah ketika kita sering melakukan zakat, maka rezeki kita akan terus mengalir atas ridho-Nya.

w

As-Sholahu

Jadi, makna terakhir ini adalah menjauhkan kita dari berbagai permasalahan yang kita hadapi guys seperti kesempitan rezeki, kebangkrutan usaha, kehilangan, dll.

Yup, itu tadi keempat makna zakat yang dapat kita simpulkan guys. Dari makna tersebut, sudah sangat jelas bahwa zakat memberikan kebaikan terhadap diri kita sendiri dan orang lain. Dengan melakukan Zakat, kita juga turut membantu program pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan, meratakan kesejahteraan, dan mencegah kesenjangan sosial.

Jadi, dengan berzakat bukan hanya semata-mata melakukan kewajiban rukun Islam saja guys. Yuk, lakukan zakat serta lebih menyadari keberadaan saudara-saudara kita yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan dari kita.

Zakat bukan berarti mengurangi harta yang kita miliki, tetapi zakat merupakan salah satu cara kita untuk menjemput rezeki yang berkah dari Allah SWT. Berzakatlah demi menjadi pribadi yang lebih baik, masyarakat sejahtera, dan menuntaskan kemiskinan Indonesia bersama Dompet Dhuafa.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Berawal Dari Zakat, #25thnMembentangKebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa cek info lomba di donasi.dompetdhuafa.org/lombablog

Please follow and like us: