Koperasi pada umumnya dikenal sebagai salah satu lembaga keuangan yang bisa menyediakan fasilitas atau layanan berupa simpan pinjam untuk seluruh anggotanya.

Peran koperasi ini sangat penting sebagai pioneer perekonomian bagi masyarakat Indonesia. Tentu saja peran penting tersebut harus di dukung oleh berbagai pihak seperti generasi muda millenial.

Dari data Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) pada November 2017 melalui online database system (ODS) ada sebanyak 153.171 unit koperasi yang masih aktif dan ada 40.013 koperasi yang dibubarkan.

Sejatinya, koperasi dapat menciptakan keadilan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat dengan layanan yang dimilikinya serta dukungan dari pemerintah dan generasi muda.

Dengan adanya peran generasi muda dalam mendukung dan mengembangkan perkoperasian Indonesia, maka keadilan dan pemerataan kesejahteraan akan terwujud dengan baik. Langkah utama yang harus dikembangkan adalah bagaimana supaya generasi muda mau mendekati koperasi.

Selama ini, koperasi masih di kenal terlalu jadul dan kuno oleh generasi millenial Indonesia. Mengapa demikian? Karena kebanyakan hanya orang tua saja yang menggunakan layanan koperasi untuk kegiatan bisnisnya.

Sebetulnya, koperasi lebih menguntungkan jika digunakan untuk modal usaha. Ada 3 poin penting mengapa koperasi lebih menguntungkan.

Bunga Lebih Terjangkau

Bunga yang diberikan kepada para nasabah koperasi cukup terjangkau dan setara dengan bunga KUR (Kredit Usaha rakyat) pada bank.

i

Syarat Lebih Mudah

Persyaratan untuk pengajuan pinjaman pun tidak serumit pada bank, bahkan ada pinjaman koperasi tanpa agunan.

Mendapatkan SHU Tahunan

Ketika kita menjadi nasabah dan anggota koperasi, maka kita akan mendapatkan keuntungan setiap tahun berupa SHU (Sisa Hasil Usaha).

Berada di era modern seperti saat ini membuat kita harus terbiasa dengan beberapa produk yang beralih ke media digital. Tidak dapat dipungkiri bahwa generasi yang sedang berkembang sekarang adalah generasi millenial.

Pada gambar di atas, diperkirakan akan mengalami kenaikan pembayaran melalui media digital. Mau tidak mau, koperasi harus mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan generasi millenial yang sarat dengan digitalisasi segala bidang termasuk segi ekonomi. Digitalisasi ini sangat berperan penting terhadap kemajuan koperasi yang ada di Indonesia.

Survey online yang dilakukan oleh Facebook serta dilaksanakan oleh Crowd DNA dalam pengawasan Facebook, terhadap 1,000 respondennya yang berusia antara 13 sampai 24 tahun. Sebanyak 73% dari mereka memiliki ketertarikan tinggi terhadap perkembangan teknologi, dan 75% dari mereka merasa mengetahui teknologi lebih baik daripada orang tua mereka.

Maka dari itu, beberapa koperasi saat ini sudah merambah ke dunia digital dengan meluncurkan sebuah aplikasi mobile yang dapat digunakan pada smartphone.

Tujuan dari kemajuan ini adalah tak lain untuk membuat masyarakat dan generasi millenial lebih mudah dalam mengakses berbagai produk keuangan koperasi dan mengetahui lebih dalam tentang koperasi.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa pemerintah mendorong generasi muda untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan cara berwirausaha, dengan demikian para pelaku usaha akan bekerja sama dengan koperasi dan mejadikan koperasi sebagai wadah pengembangan kewirausahaan.

“Koperasi sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dalam upaya mencetak para wirausaha yang tangguh, andal, mandiri dan berdaya saing global.”

Prakoso Budi Susetyo (Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM), 2014.

Di sisi lain, cara untuk menumbuhkan minat generasi millenial terhadap koperasi adalah mendukung beberapa industri kreatif anak muda seperti start up, graphic designer, dll, sehingga lebih diminati oleh kalangan millenial.

“Koperasi dan UKM 4.0 dapat menarik anak-anak muda untuk ikut berkoperasi sebab berbasis teknologi. Jadi ada semacam gerakan Koperasi 4.0 yang sangat efektif mengembangkan koperasi menjadi lebih baik.”

Handito Joewono  (Ketua Umum Asosiasi Start Up Teknologi Indonesia)

Langkah yang cukup baik untuk mewujudkan koperasi dan UKM 4.0 dengan menghadirkan sebuah aplikasi FinTech (Financial Technology) yang didominasi oleh perusahaan startup Indonesia dan memiliki berpotensi besar untuk menggandeng generasi millenial.

Menurut Ketua umum DPP IKA IKOPIN, Adri mengatakan bahwa koperasi, fintech dan bank bisa berkolaborasi dalam menjalankan peran dan fungsi simpan pinjam di masyarakat. Hal ini karena masyarakat saat ini ingin memiliki akses yang mudah dalam melakukan kegiatan peminjaman.

Salah satu contoh koperasi yang sudah go digital adalah KSP Sahabat Mitra Sejati atau Sahabat UKM dengan aplikasi fintech yang bisa di unduh melalui smartphone yaitu SOBATKU(Simpanan Online Sahabatku).

Kehadiran aplikasi fintech tersebut benar-benar membuat KSP Sahabat Mitra Sejati atau Sahabat UKM memiliki ribuan nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sudah saatnya generasi millenial berkoperasi, mengapa? Karena pemerintah sudah mendukung penuh perkembangan koperasi yang terkesan jadul dan kuno. Beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah adalah rebranding logo dan mendukung FinTech.

Rebranding Logo

Logo baru koperasi sudah resmi diluncurkan dan terkesan lebih millenial dengan nuansa warna hijau. Hal ini adalah salah satu langkah untuk merubah citra yang terkesan “orang tua” menjadi lebih “anak muda”.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan bahwa tujuan rebranding itu agar generasi muda tahu, paham, dan tertarik berkoperasi. Karena, generasi milenials usia 17-30 tahun yang jumlahnya bisa mencapai 60% dari total penduduk Indonesia, tidak paham dan tidak tertarik akan koperasi.

Pemerintah Mendukung FinTech

Dukungan penuh pemerintah terhadap koperasi dalam hal FinTech salah satunya adalah dengan sebuah aplikasi yang dinamakan CashCoop. Aplikasi ini diberikan secara gratis kepada koperasi tanpa ada biaya tambahan lainnya.

“Penetrasi internet di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 50% dapat mendorong kinerja Koperasi dengan penerapan Fintech di dalamnya.”

(Bank Indonesia, 2016)

Pemerintah juga menyadari bahwa tantangan terbesar koperasi kedepannya adalah dari segi teknologi informasi, apalagi generasi millenial sangat dekat dengan tekologi informasi yang notabene sebagai target market koperasi.

Apa yang Terjadi ketika Millenial Sadar Koperasi?

Ketika generasi millenial sadar dengan tujuan dan layanan koperasi, maka akan ada beberapa dampak positif di berbagai bidang yang diperoleh, seperti :

\

Bidang Ekonomi

Industri kreatif seperti yang sedang digeluti oleh generasi millenial saat ini adalah start up, home industry, dan beberapa industri kreatif lainnya. Kesadaran akan koperasi sangat memungkinkan generasi millenial memiliki bisnis yang lebih berkembang lagi.

\

Ekonomi Sosial

Ketika sebuah koperasi berhasil meningkatkan mutu dan pelayanan ke tahap yang lebih baik, maka koperasi tersebut telah membantu proses integrasi ekonomi dan sosial masyarakat.

\

Bidang Sosial

Pada bidang sosial, koperasi dapat mewujudkan terciptanya masyarakat yang demokratis karena dapat melindungi hak dan kewajiban orang lain. Selain itu, menjadikan setiap anggotanya untuk lebih giat bekerja demi tatanan masyarakat yang lebih baik.

\

Bidang Pendidikan

Banyak sekali ilmu dan nilai yang bisa kita dapatkan dari koperasi. Salah satunya adalah ilmu mengenai bekerja sama antar anggota dan orang lain, sehingga dapat kita terapkan sehari-hari.

Keempat dampak tersebut akan tercipta ketika generasi millenial sadar akan koperasi, dan konsep FinTech yang sudah berjalan dan diterapkan oleh pemerintah diharapkan lebih menggugah generasi millenial untuk menggunakan layanan koperasi.

Selain FinTech, ada cara berikutnya yang dapat dilakukan pemerintah dan koperasi yaitu mengadakan sosialisasi ke berbagai sekolah dan kampus untuk mengenalkan layanan koperasi digital kepada generasi millenial dan generasi Z.

Jika generasi millenial dan generasi Z paham dan mengetahui lebih dalam mengenai koperasi, maka diharapkan dapat meningkatkan jumlah anggota setiap tahunnya agar tercipta koperasi yang berkualitas untuk mewujudkan program Reformasi Total Koperasi yang ada di seluruh Indonesia.

Please follow and like us: